Senin, 18 April 2011

UN, Isu Bocoran Merebak


Surabaya-HARIAN BANGSA



Hari pertama pelaksanaan UN (ujian nasional) di Jawa Timur kemarin berjalan lancar. Seperti tahun sebelumnya, isu bocoran jawaban pun merebak kemana-mana. Kondisi itu yang menambah bingung siswa yang ingin mendapatkan bocoran. 

Bahkan bocoran itu tak hanya lewat SMS saja, bocoran juga beedar lewat twiter maupun facebook sehari sebelum pelaksanaan UN. Dikhawatirkan jika siswa terlalu percaya pada bocoran tersebut akan membuat mereka justru tidak lulus karena diragukan kebenaranya. 
Sofia, siswa SMA Negeri 2 Jember, menyatakan  menerima SMS yang diklaim sebagai kunci jawaban ujian itu. "Dari kemarin malam, H-1. Kodenya ada lima (paket). Dikasih jawaban per paket," kata Sofi, Senin (18/4/2011).
Namun, Sofi tidak percaya begitu saja. Pasalnya, kawannya yang lain juga menerima SMS serupa, namun isinya berbeda. "Lagi pula saya sudah persiapan biasa saja. Jadi tidak percaya begini-begini," katanya, sembari menyebut tak ada yang sulit dari ujian hari pertama.
Pernyataan senda juga diampaikan Nyla yang tidak percaya dengan SMS bocoran itu. Dia tidak percaya SMS yang diterimanya adalah kunci jawaban. "Tidak sama kok dengan jawaban (yang ditulis di ujian)," katanya.
Isu adanya bocoran UN juga terdengar santer di Surabaya. Bahkan DPR langsung mengadakan sidak untuk mengecek kebenaran adanya bocoran soal tersebut. Bahkan bocoran itu dilakukan secara kolektif dengan patungan untuk membeli bocoran soal. 
Kunci jawaban ujian nasional (UN) beredar di jejaring sosial. Meskipun tingkat kebenaran kunci jawaban diragukan.  Beberapa siswa kelas 3 SMA Negeri 3 Bandung mengakui, adanya bocoran jawaban UN di Facebook, Twitter, dan SMS sejak sore 17 April.
"Itu (kunci jawaban Facebook dan Twitter) sudah ada dari kemarin," tutur Rachma, siswa kelas 3 IPA saat ditemui wartawan usai mengerjakan soal UN pertama Bahasa Indonesia di SMAN 3 Bandung, Jawa Barat, Senin (18/4).
Bahkan, ceritanya, dia juga mendapat pesan singkat (SMS) berisi kunci jawaban. SMS itu diforward teman-temannya.
"Katanya sih sumbernya dapat dipecaya," ujar Rachma, ketika menanyakan kepada teman yang memforward kunci jawaban.
Beredarnya kunci jawaban UN via Facebook juga dituturkan teman Dhiyaa Putri, yang juga siswi SMAN 3 Bandung. Dia menyebutkan, menyebarnya kunci jawaban terjadi dari satu teman ke taman lainnya di Facebook.
"Saya dikasih tahu link kunci jawaban sama teman. Lalu setelah masuk link itu, di dinding kita ada kuci jawabannya," tuturnya.
Namun, meski dapat kunci jawaban, Rachmi dan Dhiyaa tak mempercayainya. "Kita pede aja," cetus mereka.
Kejadian lain yang unik ialah adanya 5 siswi di Pamekasan yang tidak iku UN. Ternyata setelah ditelisik lima siswa itu sengaja tidak diikutkan UN oleh orang tuanya. Rencananya mereka  segera dinikahkan. 
Kepala SMKN 3 Pamekasan, Drs Tarmuji, melalui wakil menejemen mutu, Khalifah, mengatakan, sebulan sebelum pelaksanaan  UN, ketiga siswanya sudah menyatakan untuk berhenti sekolah dan tidak ikut UN, karena desakan orang tuanya yang ingin menikahkan mereka. Upaya pihak sekolah mencegah agar ketiga siswinya menunda perkawian sudah dilakukan jauh hari dengan mengadakan pendekatan orang tua mereka. Namun mereka tetap ngotot berhenti dan membuat surat pernyataan hitam di atas putih, jika tindakan mereka bertiga tidak karena paksaan orang lain, melainkan kehendak sendiri. "Kami sudah memaksa agar ikut unas dulu, tapi tetap tidak mau," kata Kholifah.

Sedangkan di Kediri dan Ponorogo didapati ada siswa yang mengikuti UN di kantor polisi. Itu dilakukan karena mereka sedang menjalani masa tahanan akibat tindakan kriminalnya. 
Mereka mengerjakan UN di dalam ruang berukuran empat kali meter di dalam rumah tahanan kelas 2 Ponorogo. Namun hal itu tak membuat Yoga (20) berkecil hati. Justru salah satu pelajar Madrasah Aliyah Ahmad Dahlan itu nampak serius membaca soal bahasa Indonesia yang pertama diujikan dalam Unas, kemarin (18/4). Pasalnya lulus sekolah dengan nilai baik merupakan salah satu cita-citanya, untuk bekal meneruskan sekolah kejenjang perguruan tinggi. 
Pelajar yang tercatat sebagai warga desa Menang kecamatan Jambon itu terpaksa mengerjakan Unas dibalik jeruji besi karena tertangkap polisi membawa sejumlah pil setan yang dilarang. 
Suherman, Kepala Keamanan Rutan Ponorogo mengatakan, Yoga masuk dalam rutan sejak 26 Februari 2011 silam. Dan. Hingga saat ini masih berstatus tahanan kejaksaan. Karena proses hukum pelajar itu masih terus berjalan. “Melanggar undang-undang kesehatan no 36 tahun 2009 pasal 196,” lanjutnya.
Dia juga mengatakan, rutan memberikan fasilitas khusus pada pelajar itu untuk belajar lebih serius dalam menghadapi menghadapi Unas. Seperti ruang khusus untuk belajar hingga mendatangkan buku-buku pelajaran sekolah. Namun demikian, pihaknya mengaku, tidak ada guru dari sekolahnya yang memberi bimbingan secara khusus. Selain Yoga, masih menurutnya, terdapat satu siswa SMP yang akan mengikuti Unas di dalam rutan. “Selain ruang belajar, rutan juga memberikan ruang khusus untuk mengerjakan soal-soal Unas,” terangnya.
Sementara Andik Setiawan, Wakil Kepala Sekolah yang turur mengawai anak didiknya mengatakan, pihak sekolah memberikan segala fasilitas kepada siswanya yang sedang terjerat masalah hukum. Seperti mengadakan ujian sekolah susulan yang diadakan setelah siswanya keluar dari rutan. Tapi, hingga saat ini pihak sekolah masih merasa heran dengan terjeratnya siswanya dalam melanggar hukum. Pasalnya, selama disekolah, siswanya itu cukup pendiam, memiliki sopan santun yang cukup baik dan merupakan salah satu siswa yang memiliki prestasi akademik yang cukup baik. “Sekolah akan membatu agar setelah keluar dari rutan dapat diterima kembali dimasyarakat,” pungkasnya.





Source = http://www.harianbangsa.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...